Berita  

Sosok Mayor Jenderal TNI Achmad Djunaidi Sikki: Perwira Infanteri Kostrad yang Mengabdi hingga Menjadi Pangdam V/Brawijaya

CAKRALENCANANEWS.COM.JAKARTA
Sosok salah satu Putra darah bugis dari sulawesi selatan dia adalaha.Mayor Jenderal TNI Achmad Djunaidi Sikki merupakan salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Korps Infanteri dan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Berkat dedikasi, kepemimpinan, dan profesionalismenya, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk sebagai Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad dan Panglima Kodam V/Brawijaya.

Lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 27 Agustus 1950, Achmad Djunaidi Sikki berasal dari etnis Bugis yang dikenal memiliki tradisi kepemimpinan dan semangat juang yang kuat. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, ia memilih mengabdikan diri kepada negara dengan mengikuti pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).

Usahanya membuahkan hasil ketika ia diterima sebagai taruna AKABRI Bagian Umum dan Darat. Setelah menempuh pendidikan militer, ia lulus dan dilantik sebagai Letnan Dua Infanteri pada 11 Desember 1973, menandai awal pengabdiannya sebagai perwira TNI Angkatan Darat.

Sepanjang karier militernya, Achmad Djunaidi Sikki banyak mengemban tugas di lingkungan Kostrad. Saat berpangkat Kolonel Infanteri, ia dipercaya menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri 9/Dharaka Yudha pada periode 1995–1996. Selanjutnya, ia diangkat menjadi Asisten Operasi Kasdam V/Brawijaya, sebelum dipercaya memimpin Komando Resor Militer (Korem) 083/Baladhika Jaya di Malang pada 9 Juli 1997 hingga 6 Februari 1998.

Kariernya terus menanjak ketika ia ditugaskan sebagai Komandan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, sebuah jabatan penting yang berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan latihan tempur prajurit TNI AD.

Memasuki jajaran perwira tinggi, Achmad Djunaidi Sikki memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI dan dipercaya sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri 1/Kostrad. Tidak lama kemudian, ia kembali mendapat promosi menjadi Mayor Jenderal TNI sekaligus menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad mulai 26 Januari hingga 1 Oktober 2001.

Kepercayaan yang diberikan kepadanya terus berlanjut. Pada 1 Oktober 2001, ia dilantik sebagai Panglima Kodam V/Brawijaya, menggantikan Mayjen TNI Sudi Silalahi. Selama kurang lebih tiga tahun tujuh bulan, hingga 16 Mei 2005, ia memimpin salah satu komando kewilayahan terbesar di Indonesia dengan penuh dedikasi. Setelah memasuki masa persiapan pensiun, jabatannya diserahkan kepada Mayjen TNI Syamsul Mappareppa, yang juga merupakan rekan satu angkatan di AKABRI 1973 sekaligus sama-sama berasal dari Sulawesi Selatan.

Setelah lebih dari tiga dekade mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, Achmad Djunaidi Sikki mengakhiri masa dinasnya pada tahun 2005. Beliau kemudian wafat pada 10 November 2014 di Bogor, Jawa Barat, dalam usia 64 tahun.

Nama Achmad Djunaidi Sikki dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, tegas, dan berdedikasi tinggi. Perjalanan kariernya menjadi bukti bahwa loyalitas, kerja keras, dan integritas merupakan fondasi utama dalam mengemban amanah sebagai prajurit TNI.

#AchmadDjunaidiSikki #PangdamBrawijaya #Kostrad #TNIAD #SejarahMiliter #AKABRI1973 #JenderalTNI.Pungkasnya (@RED/CL01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *