Cakralencananews.Com Tahun 2017*, Pak Jokowi pernah berkata dengan nada rendah hati:
> *“IPK saya di bawah 2.”*
Pernyataan yang sempat viral. Sebagian masyarakat kagum dengan kejujuran, sebagian lainnya mengernyit bingung.
> “Lho kok bisa lulus kalau IPK-nya <2?"
Publik pun mulai mengulik rekam jejak pendidikan Jokowi.
Musim 1: Pembimbing Siluman dan Jurusan Hantu
Awalnya disebut bahwa *Kasmujo* adalah pembimbing skripsi Jokowi. Namun, belakangan justru nama *Prof. Dr. Ir. A. Sumitro* disebut sebagai pembimbing akademik. Kemudian berubah lagi menjadi *Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro*.
> Sumitro jadi Soemitro. Typo atau tokoh baru?
UGM sendiri menyatakan jurusan “Teknologi Kayu” tidak pernah ada. Program studi yang ada adalah Teknologi Hasil Hutan. Ini makin membuat netizen bertanya:
> Jurusan tak ada, dosen berubah-ubah, siapa yang harus dipercaya?
Kemudian muncul *Andi Prananta*, alumni yang mengaku teman sekelas Jokowi. Ia menyebut kembali Kasmujo sebagai pembimbing akademik, Soemitro sebagai pembimbing skripsi.
Namun *Kasmujo* justru menyangkal:
> “Tahun 1985 saya masih golongan 3C, tidak memenuhi syarat sebagai pembimbing skripsi.”
> *(Pernyataan Kasmujo, 2025)*
Musim 2: Ijazah Kayu, IPK Upgrade
Saat diminta tunjukkan ijazah, bukannya menyodorkan bukti, malah muncul klarifikasi dari *Bareskrim*:
> “IPK Pak Jokowi 3,05.”
> (Bertolak belakang dengan pernyataannya sendiri tahun 2017.)
IPK yang tadinya “di bawah 2”, tiba-tiba naik jadi 3,05?
> Apakah IPK bisa naik setelah 8 tahun lulus?
Sampai di sini, publik sudah lelah.
Musim 3: Desa Tak Pernah Tahu Jokowi KKN
*[✓ Fakta Tambahan]*
Pada 2022, wawancara *Detikcom* dengan *Kepala Desa Randusari, Kecamatan Teras, Boyolali*, tempat yang disebut-sebut sebagai lokasi KKN Jokowi, menghasilkan pernyataan mencengangkan:
> “Tidak pernah ada kegiatan KKN di desa ini atas nama Jokowi.”
> *(Kades Randusari, 2022)*
Padahal data KKN mestinya mudah dicek — nama peserta, kelompok, lokasi, bahkan dosen pembimbing lapangan. Tapi tidak ada satupun yang bisa menunjukkan dokumen otentik.
> Kalau benar KKN di sana, mengapa desa tujuan tidak tahu?
Musim 4: Gibran Lahir Saat Jokowi Belum Nikah?
*[✓ Fakta Tambahan]*
Tanggal lahir *Gibran Rakabuming Raka*: *1 Oktober 1987*
Tanggal nikah *Jokowi dan Iriana*: *24 Desember 1987*
Selisih hampir *3 bulan*. Ini menimbulkan dugaan yang tak kunjung dijawab secara terbuka:
> “Lho, Gibran lahir sebelum mereka menikah?”
Meski bisa jadi ini masalah pribadi, namun wajar publik bertanya, karena keluarga Jokowi sering dikemas sebagai figur ideal penuh moralitas. Terlebih, ini soal kronologi yang gampang dicek.
—
Musim 5: Jabatan Misterius di PT Kertas Kraft Aceh
Salah satu bagian yang sering dikutip dalam biografi resmi Jokowi adalah:
> “Setelah lulus dari UGM pada 1985, Jokowi bekerja sebagai manajer di PT Kertas Kraft Aceh.”
Sekilas terdengar wajar. Tapi mari kita lihat **fakta sejarah perusahaan** berdasarkan data Wikipedia:
> *”Pada tahun 1985, perusahaan ini mulai membangun pabrik dengan kapasitas terpasang sebesar 135.000 ton per tahun di atas lahan seluas 219,2 hektar di dekat Lhokseumawe, Aceh Utara dengan investasi sebesar US\$ 424.650.151.”*
> *”Pabrik tersebut lalu mulai dioperasikan pada tahun 1989 dan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1990.”*
> *(Sumber: Wikipedia – Kertas Kraft Aceh)*
Artinya, pada tahun 1984–1985 *belum ada aktivitas operasional pabrik*. Yang ada hanyalah proyek pembangunan awal.
> Maka pertanyaannya:
> *Manajer untuk operasional apa? Di pabrik yang bahkan belum berdiri?*
Lebih lanjut, *tidak ada dokumen atau arsip kepegawaian resmi* yang menunjukkan nama Joko Widodo tercatat sebagai pegawai struktural di PT KKA. Beberapa mantan pegawai yang diwawancarai juga tidak mengenal nama Jokowi dalam struktur saat itu. Kalaupun ada, seharusnya mudah ditunjukkan:
* SK pengangkatan
* Surat tugas
* Surat pengalaman kerja
* Foto dokumentasi lapangan
Namun tak ada satu pun bukti fisik yang muncul ke publik hingga kini.
> Maka, jika klaim bekerja sebagai “manajer pabrik” di Aceh itu benar, *kenapa tidak ada bukti?*
—
> *“Mungkin Jokowi adalah manajer pabrik yang belum jadi.”*
> Atau
> *“Kalau benar sudah kerja tahun 1985, jangan-jangan Jokowi juga ikut gali pondasi.”*
Musim 6: Tuduhan Bohir & Argumen Gatuk Matuk
Ketika ditanya soal ijazah, alih-alih menunjukkan bukti, **tim Jokowi** justru menyerang balik dengan narasi:
> “Ada bohir di balik isu ini.”
> “Ini konspirasi politik.”
—
Penutup: Mana Foto Wisudanya, Pak?
Bertahun-tahun rakyat menunggu bukti sederhana:
> *Foto wisuda dan ijazah asli.*
Hanya dua hal itu yang dibutuhkan. Bukan testimoni kawan lama, bukan klarifikasi polisi, bukan sinetron narasi penuh karakter baru.
Kalau ijazah asli, **tunjukkan.**
Kalau palsu, **jelaskan.**
Jangan biarkan republik ini dikaburkan oleh **drama kayu** dan narasi yang makin hari makin lapuk.Ungkapnya (@RED/CL01)
–
*












