Berita  

Putra Putri Papua Kibarkan Sangsaka Merah Tanpa Alas Kaki Potret Ketulusan Jiwa di Tengah Keterpurukan Negara RI Ke 80

Cakralencananews.Com
Papua Selatan, SniperNew.id – Sebuah video yang beredar di media sosial Threads memantik perhatian publik. Video tersebut menampilkan anak-anak Sekolah Dasar Inpres (SDI) Isyaman, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, yang dengan penuh semangat melaksanakan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam peringatan HUT RI ke-80.

Namun ada satu hal yang membuat publik terenyuh: mereka melaksanakan tugas sakral itu tanpa mengenakan sepatu.

Unggahan dari akun benisulastiyo menuliskan keterangan yang menyingkap fakta di balik momen tersebut. Paskibranya ga pake sepatu, karena memang ga punya sepatu dan ga mampu membelinya! Dalam keterbatasan, adik-adik ini tetap semangat kibarkan bendera merah putih dalam memperingati HUT RI ke 80. Lokasi: SDI Isyaman, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan. #upacarabendera #mappi #papuaselatan”

Video tersebut memantik ribuan komentar dari warganet. Ada yang teringat pengalaman masa kecil di Papua, ada pula yang mengkritik pemerintah karena dinilai belum mampu memberikan fasilitas yang layak bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Seorang warganet bernama mumuh960 menceritakan pengalamannya saat transmigrasi ke Papua, tepatnya di Nabire.

“Dulu saya transmigrasi ke Irian Jaya, tepatnya di Nabire. Di Papua kebanyakan anak-anak sekolah nyeker atau pakai sandal jepit, karena di sana panas luar biasa. Saya dulu waktu SD kelas 2 sampai kelas 5 jarang sekali pakai sepatu, lebih nyaman pakai sandal jepit. Jangan salahkan pemerintah, di sana yang dinilai bukan luarnya tapi kecerdasan dan semangat untuk sekolah.”

Komentar lain datang dari akun arix_geg yang menegaskan semangat anak-anak Papua meski dalam keterbatasan.

“Mappi tempatku bertugas dulu. Semangat ya anak-anak bangsa, walau pun dengan keterbatasan kalian harus jadi anak yang terbaik.”

Ada pula warganet yang memberikan semangat dengan nada penuh kasih. Akun sabeena_220512 menuliskan:

“Saudara ku di Papua kalian semua hebat. Semangat anak-anakku, calon orang-orang sukses.”

Warganet lainnya, herry_purnomo, menggambarkan kondisi geografis Mappi yang penuh tantangan.

“Di Distrik Isyaman Kabupaten Mappi – Papua Selatan kondisi daerahnya berlumpur/rawa. Alat transportasi utama adalah perahu yang melintasi sungai dan rawa. Anak-anak yang hebat, tetap semangat di tengah tantangan alam.”

Namun tidak sedikit pula yang menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Seperti komentar dari mamas_di29:

“Tu buka mata lu para pemimpin negeri ini. Lu bilang kita udah merdeka dan sejahtera… Kalau melihat, lihatlah yang paling bawah. Jangan mendongak ke atas lu pada.”

Bahkan ada warganet yang menitipkan harapan kepada Presiden Jokowi. Akun hasbialhamdy menulis. “Pak Jokowi, kapan mengunjungi Papua lagi? Saya titip sepatu buat mereka ya, Paak.”

Lebih jauh, komentar warganet juga mencerminkan keresahan yang lebih besar mengenai kondisi sosial, politik, dan ekonomi di Papua.

Akun ananiastaklale menuliskan kritik yang cukup tajam. “Bukti bahwa mereka mencintai negeri ini, tetapi negeri ini dan pemimpin tidak mencintai mereka. Semoga suatu saat nanti semua bisa berubah sesuai harapan rakyat khususnya rakyat Papua. Indonesia hanya bisa baik ketika dipimpin oleh seseorang yang mau melayani dengan tulus tanpa embel-embel kepentingan.”

Sementara itu, akun mbahchris1973 menyoroti ketimpangan antara kekayaan alam Papua dengan kesejahteraan masyarakatnya.

“Papua sangat kaya dari hasil buminya… tapi miris melihat penduduknya yang masih miskin. Karena harta dibawa ke Jakarta dan dikorupsi beramai-ramai sehingga tidak seimbang kehidupan rakyat Papua. Nggak heran kalau mereka menyuarakan di PBB ingin mendirikan negara sendiri atau lepas dari Indonesia. Rakyat ditelantarkan, koruptor diternak.”

Fenomena anak-anak Paskibra di Papua yang tidak memakai sepatu saat upacara benderah yang dikibarkan oleh putra putri anak papua yang sangat tertinggal dari daerah lainnya “.Apa kata dunia Indonesia masih memiliki segudang persoalan ekonom yang terpuruk sepanjang sejarah.

Rakyat papua bertanya kapankah papua bisa hidupnya sejajar dengan daerah lain di Indonesia.Unglap salah satu anak siswa tersebut.(@ RED/CL01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *