Kendaraan dinas Mohammad Firdaus Daeng Manye.Anggarannya Asalnya dari Mana ?
CAKRALENCANANEWS.COM TAKALAR, SULSEL Sorotan tajam kini mengarah ke lingkaran kekuasaan daerah. Kendaraan dinas (randis) yang digunakan sehari-hari oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mendadak menjadi buah bibir publik.
Bukan tanpa alasan. Mobil dinas jenis Toyota Alphard keluaran 2025 yang digunakannya disebut-sebut memiliki harga fantastis—mencapai kisaran Rp 1,4 miliar lebih. Angka ini sontak memantik perbandingan tajam dengan kendaraan resmi Presiden RI, Prabowo Subianto.
Pasalnya, kendaraan kepresidenan jenis MV3 Garuda Limousine justru dibanderol di kisaran Rp 700 jutaan—hampir setengah dari harga randis sang bupati.
Ironi di Tengah Seruan Efisiensi
Fakta ini menjadi ironi yang sulit diabaikan. Di saat Presiden Prabowo gencar menyerukan efisiensi anggaran di seluruh daerah, justru muncul fenomena pembelian atau penggunaan kendaraan dinas dengan nilai fantastis.
Dalam pernyataannya di Jakarta belum lama ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa efisiensi anggaran adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dana hasil efisiensi dapat dialihkan untuk membiayai program-program prioritas yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, seperti irigasi, kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan.”
Namun, realita di daerah tampak belum sepenuhnya sejalan. Kebijakan efisiensi seolah berhadapan dengan gaya hidup birokrasi yang masih kental dengan kemewahan.
Publik Bertanya: Prioritas atau Prestise?
Pertanyaan publik kini mengemuka—apakah pengadaan atau penggunaan randis mewah ini benar-benar menjadi kebutuhan mendesak, atau sekadar simbol prestise kekuasaan?
Di tengah kondisi masyarakat yang masih bergulat dengan berbagai persoalan mendasar, mulai dari infrastruktur, pelayanan kesehatan, hingga pendidikan, penggunaan anggaran miliaran rupiah untuk kendaraan dinas dinilai tidak sensitif terhadap kondisi rakyat.
Sorotan ini bukan sekadar soal harga, tetapi juga menyangkut moralitas anggaran dan keberpihakan terhadap kepentingan publik.”Atau hanya jadi pujian satu Kebanggaan tersendiri Pemkab Takalar.Pungkasnya (@RED/CL01)












