Kolase foto tiga bakal calon presiden yang akan bersaing dalam Pemilu 2024, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan
Cakralencana Jakarta Jakarta “Tahap pemungutan suara pada Pemilu 2024 baru saja usai. Rakyat berbondong-bondong dan antusias mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memenuhi hak politik nya melalui bilik suara.”
“Hingga saat ini pihak penyelenggara pemilu melalui panitia pemungutan suara yang tersebar di setiap desa di seluruh Indonesia sibuk melakukan rekapitulasi dan melaporkan hasil perolehan suara setiap peserta pemilu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat secara sistem.”
Dalam waktu singkat jutaan data hasil pemungutan suara pun dapat diketahui oleh publik. Bahkan beberapa lembaga survei melakukan sistem perhitungan cepat (quick count) dengan pendekatan “ilmiah” untuk mengetahui calon peserta pemilu yang mana sajal mengumpulkan suara pemilih paling banyak sesuai perangkingan.”
“Namun yang paling menarik dan mendapatkan perhatian publik lebih besar adalah hasil perolehan suara untuk pasangan calon presiden/wakil presiden. Rakyat seakan sangat penasaran ingn tahu siapa yang bakal menjadi presiden RI berikutnya setelah Joko Widodo mengakhiri jabatannya tahun ini.”
“Hasil perhitungan sementara secara quick count menempatkan pasangan Prabowo Subianto/Gibran Rakabuming Raka dengan suara paling tinggi secara persentase, diikuti pasangan Anies Baswedan/Muhamimin, dan Ganjar P/Mahfud MD. Meskipun ini bukan perhitungan suara resmi KPU, namun para pendukung Prabowo/Gibran merasa sudah menang dengan satu putaran.”
“Di sisi lain, aroma kecurangan pemilu pun berhembus semakin menyengat. Bau busuk praktik kecurangan terjadi secara masif dan penggelembungan suara untuk pasangan Capres tertentu dalam jumlah besar yang sangat merugikan peserta lainnya.”
Disinyalir, kecurangan terjadi karena faktor kesengajaan, bahkan kuat dugaan sudah direncanakan dan melibatkan pemegang kekuasaan tertinggi di negeri ini. Beberapa pihak menunjuk pada hasil perolehan suara yang sangat tinggi bagi pasangan Prabowo/Gibran, secara kebetulan diakibatkan oleh sistem konversi hasil perhitungan suara real count di KPU bermasalah.”
“Menurut mereka ini ada kaitannya dengan siasat penggelembungan suara dengan memanfaat sistem informasi dan teknologi yang digunakan oleh KPU.
Terlepas dari berbagai dugaan miring terhadap pelaksanaan pemilu yang tidak bersih dan tidak kredibel. Rakyat menginginkan proses transisi kekuasaan paska rezim Joko Widodo kepada pemimpin terpilih yang baru dapat berjalan secara damai dan dalam suasana yang kondusif”
“Dan yang lebih penting adalah laksanakan pemilu dengan prinsip jujur, adil, bebas, umum, dan rahasia. Utamakan kepentingan bangsa dan etika bernegara dalam menjalan amanah konstitusi.
Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi kekuasaan eksekutif agar tidak mentolerir hasil pemilu yang curang meskipun anaknya sendiri didorong untuk terpilih menjadi wakil presiden.”
“Ingatlah bahwa setiap amanah yang diterima pasti akan dimintai tanggung jawab baik di dunia dan akhirat kelak. Jangan menuruti nafsu kekuasaan sesaat dengan menghalalkan segala cara, sebab hal itu bukan hanya akan merusak diri sendiri tetapi juga dapat menghancurkan negara ini yang sudah susah payah diperjuangkan oleh para pahlawan kita.”
“Akhirnya kepada Allah kita memohon petunjuk dan memohon perlindungan dari niat jahat orang-orang dhalim yang ingin merebut kekuasaan dengan cara kotor, keji dan penuh kecurangan. Semoga mereka mendapatkan hidayah dan bertaubat atas perilaku buruk yang telah dilakukan.”Pungkasnya(RED/CL01)












