CAKRALENCANANEWS.COM JAKARTA, – ||
“Kehidupan politik adalah pertikaian dan konflik yang tidak pernah berakhir, masing-masing yang terlibat akan mempertahankan kepentingan dan kekuatannya untuk tetap eksis,” demikian dipaparkan Koordinator Kajian Merah Putih, Sutoyo Abadi, dalam releasenya yang beredar di WAG, Kamis (23/4/2024).
Saling mengamati, mendeteksi, mengenal, mengidentifikasi tanda-tanda, pola yang tersingkap dari lawan atau musuh politiknya adalah fariabel wajib untuk mengatakan perang atau berkawan, adalah prasyarat untuk menentukan tindakan, arah dan tujuan politiknya. Inilah yang sedang di lakukan oleh mantan Presiden Jokowi bersama timnya membuntuti sepak terjang semua kebijakan yang sedang dan akan di ambil dan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Mantan presiden Jokowi, adalah; pelaku politik. Sekalipun dalam perannya hanya sebagai budak, boneka Oligarki dan RRC dalam kesulitan melepaskan diri dari kewajiban dan beban tugasnya yang merasa belum selesai pada masa kekuasaan nya.
Situasi dan kondisi politik yang sudah lepas dari kekuasaannya, memaksa dirinya harus bereaksi dengan fleksibel pada perkembangan politik yang sedang di jalankan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Jokowi selama ini sukses memaksakan putranya sebagai Wakil Presiden dan menempatkan orang kepercayaannya di Kabinet Merah Putih, belum bisa merasa tenang dan menjamin dirinya, karena ancaman hukum setiap saat siap menerkam nya.
Untuk terlibat secara langsung, dalam kekuasaan, adalah tidak mungkin. Sedangkan memutuskan diri dengan tugas melindungi dan mengamankan Oligarki sesuai mandat dari Xi Jinping terus menjadi tugas, beban yang harus dilaksanakan dengan rekayasa dan cara apapun tentu harus di lakukan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno (masih berperan layaknya sebagai Sekretaris Negara -kabinet KIM), mengabarkan bahwa para menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) masih berkomunikasi dengan Presiden ke-7 NKRI, Joko Widodo.
Komunikasi itu, dilakukan melalui grup WhatsApp (konon anti sadap) berisi menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju ( KIM ) di masa Jokowi.
“Ya tentu saja ( ada komunikasi setelah Jokowi pulang ke Solo ). Kita punya grup WhatsApp, namanya Kabinet Indonesia Maju. Pun kita pertahankan tinggal ditambahi alumni KIM, gitu,” kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10-2024).
Informasi ini sesungguhnya sangat peka, hanya bagi masyarakat awam dianggap info biasa. Bahkan dikalangan pengamat politik pun, radar tangkapan dan analisis berbeda. Tetap datar dan menganggap sebagai informasi normal dan wajar.
Dari rekaman kasak kusuk yang terekam, bahwa; Grup WA Kabinet Indonesia Maju ( KIM ) ide langsung dari mantan Presiden Jokowi. Itu sama saja Jokowi sedang membangun Kabinet bayangan, dengan anggota para Menteri Kabinet KIM untuk menandingi Kabinet Merah Putih.
Visi kerjanya persis Visi Kabinet Indonesia Maju (KIM), termasuk sukses pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dan sukses Program Strategis Nasional (PSN) sama artinya sukses program oligarki dan misi OBOR/BRI RRC.
Kekuatan oposisi inilah yang akan melawan Kabinet Merah Putih, dengan tujuan dan arah memperlancar program Oligarki dan hampir dipastikan akan di pimpin mantan Presiden Jokowi dangan dukungan full dari oligarki.
Kalau Presiden Prabowo Subianto masih bersifat lunak dan ramah atas sinyal yang membahayakan ini, bisa terjadi Prabowo Subianto akan dijegal, dihambat bahkan akan dijatuhkan di tengah jalan dari kekuasaannya. Wallahu’alam. (FC-G)
Sumber:
Sutoyo Abadi












