Pangkep mabbulo (marine blue Economy Local wisdom)
CAKRALENCANANEWS.COM PANGKEP
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Proyek Perubahan bertajuk Pangkep Mabbulo (Perkuat Kolaborasi, Mengembalikan Identitas Bahari dan Meningkatkan Resiliensi Masyarakat Pulau).
Program inovatif ini hadir sebagai upaya membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat guna mempercepat pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Pangkep.
Gagasan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rapat koordinasi persiapan Revalidasi Geopark Maros-Pangkep oleh asesor UNESCO yang digelar di Ruang aula kantor Bupati Pangkep, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan itu dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Selatan, PT Semen Tonasa, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), para kepala perangkat daerah, camat, lurah, hingga kepala desa.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangkep, Iman Takbir, selaku reformer sekaligus penggagas proyek perubahan tersebut menjelaskan bahwa Pangkep Mabbulo lahir dari tiga isu strategis daerah.
Pertama, Pangkep memiliki 117 pulau dengan sekitar 80 persen wilayahnya berupa kawasan kepulauan.
Kedua, status Geopark Maros-Pangkep sebagai geopark kelas dunia sejak 2023. Ketiga, kekayaan ekosistem laut serta kearifan lokal masyarakat bahari yang telah dikenal sejak lama.
“Potensi besar yang dimiliki Pangkep membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, lahirlah Pangkep Mabbulo sebagai wadah untuk menyatukan kekuatan tersebut,” ujar Iman Takbir.
Ia menjelaskan, konsep Pangkep Mabbulo terinspirasi dari filosofi Bugis-Makassar Mabbulo Sibatang yang bermakna persatuan dan gotong royong. Istilah MABBULO sendiri merupakan akronim dari Marine, Blue Economy, Local Wisdom.
“Semangat gotong royong menjadi kunci. Gotong royong menjaga ekosistem bahari, memanfaatkan sumber daya laut secara bijak, dan meningkatkan partisipasi masyarakat berbasis kearifan lokal bahari,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pangkep Drs. H. Abd. Rahman Assagaf, M.I.Kom yang memimpin rapat koordinasi menekankan pentingnya kebersamaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi proses revalidasi UNESCO.”Ujarnya
Revilidasi UNESCO bulan hanya tanggungjawab satu institusi,tapi menjadi tanggungjawa kita bersama untuk menjaga dan mengbangkan kawasan geopark yang menjadi kebanggaan daerah.Tandasnya
Disamping itu,Bupati Pangkep MYL mengatakan dukungan penuh terhadapa inovasi pangkep Mabbulo yang dinilainya swbagai langkah strategis dalam mentransformasi tata kelola periwisata bahari didaerah.”Konsep ini yang diusung pangkep Mobbulo sangat relevan dengan karekteristik wilayah kita yang memiliki kekayaan wisata bahari budaya maritim,kawasan karst serta potensi ekonomi masyarakat pesisir yang sangat besar Ungkapnya.
Selanjutnya MYL menegaskan bahwa,elalui pendekatan ekonomi biru,kearifan lokal kolaborasi dan digitalisasi panhlep.Melabbi dapat menjadi model pembangunan pariwisata bahari yang modern,keberlanjutan sertaampu mberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal ini perhatian Bupati Pangkep terhadap pembangunan wilayah kepulaun ditimgkaz nasional.Atas kontribusinya dalam pengelolaan dan pembangunan di tingkat nasional atas kontribusinya dalam pengelolaan sektor kelautan,dia menerima penghargaan kehormatan Satyalencana wira karya dari Presisen RI Prabowo Subianto.Paparnya
Disisi lain,sekertaris daerah sangat ditwntukan oleh kemampuan pemerintah membangun jaringan kemitraan yang kuat.”Melalui pangkep mabbulo,kita ingin menghadirkan pola kerja yang lebih terintegrasi,Setiap program pembangunan harus melibatkan berbagai pihak swhongga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.Ungkapnya
Dia menambahkan semangat kolaborasi yang diusung dalam program tersebut sangat relwvan untuk mendukung pengbamgan sektor pariwisata peleatarian lingkungan penguatan ekonomi masyarakat pulau secara berkelanjutan.Pungkasnya (@RED/CL01)












