Berita  

*DRAMA BARU 2023-2024 PDIP Membajak Demokrasi Dan Menyelamatkan Jokowi

*”
_________________ *Ada Bau Busuk Yang Luar Biasa Menyengat ,* Dari Koper Besar “Sirkus Pilpres 2024” Mendatang .

*Koper Yang Menyimpan Tumpukan Design Dan Siasat Super Canggih* , Ratusan Kali Lebih Canggih Dari Siasat Pesta Demokrasi 2019

Pada Pilpres 2019 , *Siasat Dibuat Dadakan Dan Di Santap Panas-panas Persis Di Ujung Perhitungan Suara* , Namun Di Akhir Pesta , *Nikmatnya Di Bagi Rata Secara Berjamaah Selama 5 Tahun*

Agenda Besar Dalam Siasat Pilpres 2024 Esok *Adalah Menyelamatkan Jokowi Pasca Purna Jabatan* Sekaligus Mengawal Peralihan Kekuasaan *Ke Tangan Rezim Berikutnya , Ganjar-Mahfud* .

Publik Di Giring Sedemikian Rupa Dalam Drama Kolosal , *Seolah Ada Pengkhianatan , Pergolakan Dan Pertarungan , Kubu Ganjar ( PDIP )* Dengan Jokowi ( Gerindra-Golkar-Demokrat-PSI ) .
Padahal Drama Kolosal Itu Sengaja Di Design* Untuk Satu Paket Rangkaian Kepentingan Politik Kekuasaan , *Yakni Menyelamatkan Rezim Jokowi Saat Ini* Dan Mengukuhkan Kembali Kelanjutan Estafet Kekuasaan *Pada Rezim Berikutnya* .

*Scene Pertama* , Jokowi Di Posisikan Mendukung Prabowo *Dan Ada Gibran Di Sana Agar Menjadi Sasaran Tembak Serangan Kritik Serta Caci Maki Kubu Ganjar-Mahfud* .

Dinasti Jokowi Plus MK *Di Jadikan Bahan Mengolah Resep Serta Menu Caci Maki Oleh Kubu Ganjar* , Semata-mata Agar Ganjar Dan PDIP Terlihat “On The Track” *Pengawal Demokrasi Dan Sebagai Lawan Jokowi*

Ini Sesungguhnya Siasat , *PDIP Yang Merupakan Kubu Ganjar Justru Adalah Motor Perusak Demokrasi Lewat Tangan Kekuasaan Jokowi* . Untuk Lepas Tangan Dari Kekacauan Tersebut , *Kubu Ganjar Di Posisikan Menjadi Seteru Jokowi Yang Mengendorse Prabowo-Gibran* Namun Ini Lagu Klasik , *Karena Siapapun Dari Keduanya Yang Menang Akan Saling Menyelamatkan Satu Sama Lain* , LALU KEMBALI NAIK DALAM SATU PERAHU

*Scene Kedua* , Mahfud Di Kondisikan Tidak Akan Mundur Dari Menkopolhukam , *Padahal UU Pemilu Mensyaratkan Wajib Mundur Dari Jabatan* . Tak Mungkin Seorang MAHFUD , *Pakar Hukum Tata Negara Tak Memahami Aturan Ini* , Pun Begitu Ia Rela Menggadaikan Integritasnya *Untuk Melakukan Praktik Politik TAK BERETIKA Seperti Ini* .

Tapi Ini Lagi-Lagi Siasat , *Setelah Menguasai MK Lewat Ipar Jokowi , Untuk Mengangkat Gibran* , PDIP Sangat Berkepentingan Untuk Menguasai Peta Di Tengah Pertarungan , *Itu Sebab Harus Ada MENKOPOLHUKAM Yang Juga Sebagai Peserta Pilpres* Yang Akan Menjadi Penengah /Penguat PDIP Saat Terjadi Perselisihan Perhitungan Suara

Bagaimana Mungkin Pilpres Bisa Berlangsung Jujur Dan Adil , *Jika Peserta Pilpres Sekaligus Juga Regulator Dan Koordinator* Dalam Sinkronisasi Perumusan , Penetapan , *Dan Pelaksanaan Kebijakan Kementerian Atau Lembaga Yang Berkaitan Dengan Isu Bidang Politik , Hukum , Dan Keamanan*

Ini Aneh Bin Ajaib Luar Biasa , *Hukum Di Tabrak Dan Di Jungkir Balikkan Sesuai Nafsu Politik Kekuasaan*

Kubu Ganjar-Mahfud Yang Memaki-maki Jokowi Dengan Dinasti Keluarganya *Sesungguhnya Sedang Menyelamatkan Jokowi Dengan “Berpura-pura” Menyerang Dan Berperan Sebagai Lawan* . Begitu Ganjar-Mahfud Menang , Mereka Pun Kembali Berangkulan Dengan Erat Penuh Senyum Kemenangan

Prabowo Pun Di Paksa Merelakan Elektabilitasnya Rusak *Dengan Harus Mendapuk Gibran Yang Di Umpankan Sebagai Cawapresnya* . Artinya Ini Bumper Pengaman Di Belakang , *Kalau Bola Menang Gagal Di Tangkap Pasangan Ganjar-Mahfud Di Depan* , Maka Ada Pasangan Prabowo-Gibran Yang Siap Menjaga Di Belakang .

*Namun Skenario Utamanya Tetap Memenangkan Pasangan Ganjar-Mahfud* , Dengan Demikian Dinasti Jokowi Kembali Langgeng Ke Posisi Semula , *Jokowi Aman, Kabinet Lama Selamat , Ancaman Penjara Lenyap* Dan Rezim Tetap Berlangsung Berkelanjutan .

*Scene Ketiga* Adalah Pasca Pemungutan Suara Selesai Dan Perhitungan Suara Di Mulai . *Di Sinilah Giliran – Peran Media , – Lembaga Survey , – KPU , – Bawaslu , – MK , Di Mulai* .

Inilah Pemufakatan Atas Siasat Rezim Yang Aromanya Sudah Terendus Saat Ini . *Segalanya Di Rancang Secara Detail Agar Nikmat Pembagian Kekuasaan Pun Dapat Kembali Di Bagi Rata Berjamaah Untuk 10 Tahun Kedepan .* Pungkasnya (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *