“CAKRALENCANANEWS.COM JAKARTA Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Marthinus Hukom mengungkapkan, perputaran uang hasil penyalahgunaan narkotika di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 500 triliun.
“Perputaran uang narkoba di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 500 triliun per tahun,” kata Marthinus dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Menurut Marthinus, berdasarkan data survei tahun 2019, ada lima provinsi dengan penyalahgunaan narkotika terbanyak.
Lima provinsi itu adalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Berdasarkan survei prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2019, menunjukkan lima provinsi tertinggi angka prevalensinya, yaitu Sumatera Utara sebesar 6,5 persen, Sumatera Selatan sebesar 5,0 persen, DKI Jakarta sebesar 3,3 persen, Sulawesi Tengah sebesar 2,8 persen, dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 2,3 persen,” ujar dia.
3,33 Juta Orang Salah Gunakan Narkotika
Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) Marthinus Hukom mengungkapkan, sebanyak 3,33 juta orang menyalahgunakan narkotika di Indonesia. Hal ini berdasarkan data BNN pada tahun 2024.
“Angka prevalensi di Indonesia berdasarkan hasil prevalensi tahun 2023 sebesar 1,73 persen atau sebanyak 3,33 juta orang yang berusia 15 sampai 64 tahun, mayoritas penyalahgunaan narkoba,” ucap Marthinus dalam paparannya.
Menurut dia, usia orang yang menyalahgunakan narkotika itu berkisar remaja hingga dewasa.
“Dari kalangan penduduk usia produktif, yakni usia 15 sampai 64 tahun,” ujar dia. Sementara secara global, ada 296 juta orang di seluruh dunia yang menyalahgunakan narkotika. “Perkembangan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba global saat ini sebesar 5,8 persen atau sebanyak 296 juta orang di seluruh dunia yang menyalahgunakan narkoba, dengan jumlah penyalahgunaan ganja sebesar 219 juta orang,” ungkap dia.
Menurut dia, persoalan narkotika bukan hanya menjadi masalah di Indonesia.
Persoalan ini juga menjadi masalah di berbagai negara lain.
“Jumlah penyalahgunaan narkoba sebanyak itu tentunya sangat mempengaruhi tingkat peredaran narkoba dan menjadi problem di berbagai negara,” tutur dia. (@Red**)”












