Berita  

DAMPAK DIGUYUR HUJAN DAN ANGIN KENCANG SEJUMLAH POHON TUMBANG DIDESA BARABATU

CAKRA PANGKEP
Penomena alam hujan dan angin kencang  mengguncang hingga  menerpa beberapa tempat di Desa Barabatu telah mengakibatkan Pohon tumbang di Dusun Atuppungge.

Menurut Kepala desa Barabatu Haris.S.I.Kom Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, menjelaskan bahwa,akibat hujan deras dan angin kemcang memgakibatkan sejumlah pohon yang usianya sudah tua sehingga tumbqng seketika akibat terpaan angin kencang pada Sabtu 24 Desember 2022.Ujarnya

Sementara itu Jalan tertutup, pohon Bambu dan pahon kayu Camate Besar yang tumbang, mengakibatkan kabel induk PLN 3 Fase sampai turun ke aspal dan merettakan/patahkan 3 Tiang listrik.tertimpa pohon.Tandasnya

Atas peristiwa tersebut kepala desa Bara Batu Haris, Si.Kom terjun langsung potong kayu tumbang di Jalan poros Padang lampe tersebut dibantu jajaran aparat perangkat desa Babinsa Babinkamtibmas serta tokoh dan warga masyarakat.Katanya

Sambung  kepala desa Barabatu Haris, mengatakan bahwa,kami bersama warga segera mengambil tindakan cepat dan spontanitas  menangani bencana alam untuk mengatasi tanggab darurat sebelum bantuan yang lebih memadai dari pihak-pihak terkai tiba.Ukarnya

Kades  menghimbau, dengan kejadian tersebut  agar seluruh warga masyarakat lebih waspada dan hati-hati untuk se waktu-waktu cuaca dan angin kencang hingga  intensitas curah hujan yang mengancam terjadinya bencana alam berikutnya.Tandasnya

Haris berharap semoga dengan peristiwa dan kondisi alam seperti saat ini tidak memakan korban dan tidak mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material warga masyarakat khususnya masyarakat desa Bara Batu.Tuturnya

Oleh karena itu. Kades Haris,minta agar semua pihak terkait seperti halnya PLN agar segera mengambil tindakan preventif untuk menegah terjadinya korban sengatan listrik.

Kades menegaskan agar pihak PLN turun tangan Untuk membenahi dan  menangani kerusakan yang terjadi akibat nencana alam untuk mengganti tiang listrik yang tampaknya tiang tersebut patah agar tidak membahayakan warga. Pungkasnya.( RED CL01/REF HS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *