Cakra Pangkep
Program PT.Semen Tonasa kerja sama dengan
Pemerintah Daerah sepakat dan komitmen membangun pengelolaan sampah.Plant BADRIAH Di Pangkep,yang akan ditandatangani oleh gubernur sulawesi Selatan.
Menurutnya pengelolaan sampah mendapat perhatian serius,kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Padang Lampe.Ma’rang, telah dilaksanakan Prasasti Pendirian Plant Bahan Bakar Sampah Plant ( BADRIAH ),bahan bakar dari sampah.Dan dilanjutkan penandatangan Oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Pada sabtu 15/7- 23.
Disamping itu pula Plant yang merupakan salahsatu tempat pengelolaan sampah disulap menjadi bahan bakar pertama di Pangkep,Sulawesi selatan di Indonesia timur itu sendiri.Tandasnya
Hal tersebut merupakan hasil inisiasi dan kerja sama PT.Semen tonasa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep.Ujarnya
Sambung Gubernur Sulsel ASS menjelaskan tentu tidak terlapas adanya dukungan Pemerintah provopensi Sulawesi selatan.Ungkapnya
Ditempat yang sama Kadis Lingkungan Hidup Thamrin Taba yang dikonfirmasi,Dia menjelaskan bahwa,pembangunan fasilitas pengelolaan sampah tersebut,merupakan salahsatu jawaban terhadap persoalan sampah yang ada di pangkep.olehnya itu sampah yang ditampung nantinya akan dipilih, sampah yang memiliki nilai ekonomis dan sampah untuk kebutuhan kompos serta sampah yang dijadikan bahan bakar untuk digunakan oleh Pt semen tonasa.Katanya
Lanjut Thamrin menambakan bahwa,sampah tersebut hasil pengujian oleh Pt Geoservices berapa nilai kalori yang dihasilkan oleh bahan bakar dari sampah tersebut, dipersyaratkan oleh Pt semen tonasa.ucapnya
Sementara itu Bupati MYL yang ditemui mengatakan bahwa,sejak awal saya menjabat dirinya telah memikirkan bagaimana cara mengelola sampah dipangkep,tentunya saya kira dengan persoalan sampah tersebut.Insha Allah dengan dibangunnya Plant BADRIAH,saya optimis karena masalah sampah bagiamana kita menyelesaikan dengan baik.Tentunya kedepannya tempat pembuangan akhir ( TPA ).Sampah sudah tidak lagi penyortiran dan pengolahan sampah langsung dilakukan dilokasi RSF.Paparnya
Lebih lanjut Gebernur ASS menjelaskan bahwa,pengelolaan sampah RDF Di Pangkep yang pertama disulawesi selatan dan juga yang pertama di Indonesia Timur.”Oleh karena itu “Program pengelolaan sampah berbasis RDF itu merupakan tehnologi yang paling tepat guna untuk menginplementasikan di Pangkep.Terlebih pangkep salah satu wilayah yang memiliki perusahaan semen tonasa yang juga terbesar di Indonesia Timur,siap menyerap seluruh bahan bakar pehasil pengelolaan sampah.sehingga Pemerintah Provensi sangat mendukung dan segera terealisasikan.Tukasnya
Sejalan dengan Direktur utama Pt.Semen tonasa Asruddin mengatakan bahwa,kami sangat mendukung pembangunan RDF tersebut,tentu saja kami mendukung program pembangunan Plant BADRIAH dan inplementasi RDF DI Pangkep.Dengan prinsif pengelola sampah berbasis RDF.Hal tersebut sejalan dengan komitmen semen tonasa untuk terus meningkatkanpenggunaan berbagai energi alternatif dan mendukung kebijakan dan keberlanjutan SIG serta kementrian BUMN disemen tonasa sendiri.Ucapnya
Oleh karena itu kami telah memulai melakukan investasi dengan membangun berbagai fasilitas penunjang yang nantinya akan digunakan untuk loading bahan bakar dari sampah kedalam mesin produksi kami.
Saat ini dengan penggunaan energi alternatif dari limbah pertanian seperti sekam padi,bonggol jagung dan tankos kelapa.kami berhasil mensubtitusi batu bara sebagai bahan bakar hingga diatas 10 peraen subtitusi energi panas dan dengan bahan bakar dari RDF tersebut nantinya.Kami sangat optimis bisa mensubtitusi hingga 25 persen energi panas ungkapnya
Dalam acara tersebut hadir Gubernur sulawesi Selatan.Andi Sudirman Sulaiman, Bupati MYL. H.Syahban Sammana wakil bupati Pangkep,dan Direktur utama PT.Semen tonasa Asruddin,berturuturut,Kadis Lingkungan Hidup Thamrin Taba,Jajaran Forum akomunikasi Pimpinan Daerah,Para Pimpinan BUMN/BUMD serta Tokoh Masyarakat,Pemuda dan Para undangan.Pungkasnya [ RED CL01]












