Caktalenvananews.ComJakarta – Ahli forensik digital, Rismon Hasiholan Sianipar kembali menyoroti isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Ia menyinggung ratusan perguruan tinggi yang pernah ditutup oleh pemerintah.
Menurut Rismon, penutupan itu terjadi karena kampus-kampus tersebut terlibat praktik jual beli ijazah palsu.
b
“Ratusan universitas ditutup karena jual beli ijazah palsu,” tulisnya dalam unggahan di akun X, Sabtu.
Ia mempertanyakan mengapa ijazah Jokowi sepenuhnya dipercayai hanya karena dikeluarkan oleh Universitas+ Gadjah Mada.
“Lalu, kenapa kita harus memercayai 100 persen UGM terkait ijazah Jokowi hanya karena yang menerbitkan adalah UGM?” tambahnya.
Rismon juga melontarkan dugaan mengenai keberadaan lembar pengesahan (skripsi kosong yang dikumpulkan ke perpustakaan.
“Apa ada lembar pengesahan skripsi kosong dikumpulkan ke perpustakaan? Itu hanya ada di UGM!” tegasnya.
Ratusan kampus yang dimaksud Rismon merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang sebelumnya ditutup karena pelanggaran tersebut.Pungkasnya..(@RED//**)












