Sastrawan Politik
Cakralencananews.Com Untuk memahami demokrasi, itu melalui praktiknya. Bukan melalui pelajaran di kelas, di kampus, atau teori yang tertulis di buku-buku.
Praktiknya, tak ada kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi yang dipraktikkan di seluruh dunia, baik Demokrasi yang di jalankan Amerika, Inggris, hingga Indonesia.
Di Amerika, yang berwenang menentukan siapa calon Presiden Amerika itu hanya Partai Republik dan Partai Demokrat. Di Inggris, yang menentukan siapa yang menjabat Perdana Menteri, adalah partai pemenang Pemilu yang memiliki suara mayoritas di Parlemen.
Di Indonesia, yang berwenang menentukan siapa Capres juga Partai Politik. Kenapa Gibran bisa jadi Cawapres, itu juga kehendak partai politik.
Jadi, tidak ada peran rakyat dalam menentukan pemimpin. Tidak ada kedaulatan rakyat, untuk memilih pemimpin.
Rakyat, posisinya hanya kerbau yang dicucuk hidungnya, datang ke TPS dan memilih calon pemimpin yang telah disiapkan Parpol. Itu artinya, kedaulatan ada ditangan partai, bukan di tangan rakyat.
Dalam Pilkada SULSEL, lebih mudah lagi memahami tidak ada kedaulatan rakyat, yang ada kedaulatan Partai.
Kalau kedaulatan di tangan rakyat, maka calon Gubernur dan Calon bupati calon walikota harus berdasarkan keinginan dan pilihan rakyat.Amka + Amir adalah sosok, yang sejak lama diinginkan rakyat untuk menjadi Bupati Pangkep
Sementara di Pangkep setiap calon bupati Pangkep, membentuk kwalisi olikargi untuk menghalau calon yang tidak dikehendaki oleh lawan politik agar mereka itu tidak bisa meraih suara mayoritas yang diinginkan rakyat pangkep. Nama nama ini, tak pernah muncul sebagai bursa calon tersebut, namun yang diinginkan rakyat Pangkep.adalah perubahan
Oleh karena ketika calon bupati pangkep yakni MYL – ARA.Dr.Andi Nusawarta. M. Kes – Moh Sopyan Razak dan Andi Muh Chaerul Akbar + Amiruddin Masyarakat, itu tak pernah berfikir apalagi menginginkan lawan politik hendaknya melakukan manuver agar Tak ada animo masyarakat menginginkan Pangkep menuju perubahan
Disamping itu tiga calon yang bertarung di pilkada Pangkep rakyat menginginkan,butuh perubahan politik yang demokrasi apalagi masyarakat Pangkep,sebut kurang lebih 15 di Pimpin oleh rezim olikargi kemiskinan dan lapangan pekerjaan sulit apalagi tenaga honor upanya tersendak sendak bahkan tiga hingga enam bulan upanya tidak diterima alasan agaran tidak ada. Katanya
Tiga calon bupati sebut MYL – ARA
Diusung Dua partai politik. Partai Nasdem dan Partai PKB sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep
Kemudian Dr. Andi Nusawarta – Moh Sopyan Razak yang diusung oleh Partai politik.Partai Gerindra.PPP.GOLKAR.PKS.Demokrat dan PDIP.
Dipihak AMKA + AMIR yang Diusung oleh gabungan Partai Politik PAN. HANURA.Non Parlamen Partai GELORA,PERINDO dan Umat
Pilkada serentak diseluruh tanah Indonesia awalnya calon bupati yang bertarung di Pilkada 2024 AMKA yang digadang gadang akan tidak memiliki Partai Politik bakal mengusung mereka. Namun dengan adanya keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60 dan 70 akhirnya AMKA + AMIR Di usung Gabungan Partai politik dan non Parlemen sehingga dengan kehendak Allah mereka ikut serta bertarung di Pilkada serentak 2024 hasil keputusan Komisi Pemilihan umum. (KPU). Pangkep. Pungkasnya
(RED)












