Berita  

*JEJAK BERDARAH PASUKAN MANGUNI KELELAWAR HITAM PEMBANTAI MUSLIM POSO*

Kasus Bitung Sulawesi Utara Adalah Konflik Komunal Murni SARA Oleh GPK (Gerombolan Pengacau Keamanan) Pendukung Israel Adalah Gerombolan Pasukan Salibis Manguni_

*ADALAH* GPK _”Gerombolan Pengacau Keamanan”_ Manguni _(laskar merah Salibis)_ yang bercirikan pakaian hitam ikat kepala merah dan berkedok pakaian adat “Dayak” membawa bendera Yahudi Israel. Kelompok GPK Manguni gerakannya dalam jejak rekam sejarah penuh dengan darah kaum muslimin.

Kasus kerusuhan di Bitung yang telah memakan korban seorang muslim, jadi mengingatkan kita akan peristiwa BERDARAH _laskar Manguni Kelelawar Hitam,_ terhadap pembantai Pondok Pesantren Walisongo di Poso.

Ratusan Muslim Poso dibantai, pelakunya adalah kelompok orang terlatih yang memang dilatih oleh para oknum deserter aparat TNI salibis bernama _Brigade Manguni atau laskar adat Kelalawar Hitam_.

Kebiadaban laskar Manguni Kelelawar Hitam yang membantai 300 – 400 warga muslim di Poso. Malam itu puluhan warga Pesantren Walisongo itu dibariskan menghadap Sungai Poso.

Mereka dihimpun dalam beberapa kelompok yang saling terikat. Ada yang tiga orang, lima, enam atau delapan orang. Para pemuda digabungkan dengan pemuda dalam satu kelompok. Tangan mereka semua terikat ke belakang dengan kabel, ijuk, atau tali rafiah yang satu dengan lainnya saling ditautkan.

Sebuah aba-aba memerintahkan agar mereka membungkuk. Secepat kilat pedang yang dipegang para algojo haus darah itu memenggal tengkuk mereka. Bersamaan dengan itu, terdengar teriakan takbir. Ada yang kepalanya langsung terlepas, ada pula yang setengah terlepas. Ada yang anggota badannya terpotong, ada pula badannya terbelah.

Darah segarpun muncrat. Seketika itu pula tubuh-tubuh yang tidak berdosa itu berjatuhan ke sungai merekalah para santri dan guru beserta keluarga pondok Pesantren Walisongo.

Bersamaan dengan terceburnya orang-orang yang dibantai itu, air sungai Poso yang sebelumnya bening berubah warna menjadi merah darah. Sesaat tubuh orang-orang yang dibantai itu menggelepar meregang nyawa sambil mengikuti aliran sungai.

Tidak semuanya meninggal seketika, masih ada yang bertahan hidup dan berusaha menyelamatkan diri. Namun regu tembak siap menghabisi nyawa korban sebelum mendapatkan ranting, dahan, batang pisang, atau apapun untuk menyelamatkan diri.

Itulah salah satu babak dalam tragedi pembantaian ummat Islam di Poso, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Warga Pesantren Walisongo merupakan salah satu sasaran yang dibantai. Di komplek pesantren yang terletak di Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, Poso ini tidak kurang 300 – 400 an orang yang tinggal. Mulai dari ustadz , santri, pembina, dan istri pengajar serta anak-anaknya habis dibantai laskar Salibis Manguni.

Tidak satupun orang yang tersisa di komplek pesantren itu. Sebagian besar dibantai, sebagian lainnya lari ke hutan menyelamatkan diri. Bangunan yang ada dibakar dan diratakan dengan tanah. Pesantren Poso hanya tinggal puing-puing belaka.

Adalah _Cornelius Fabianus Tibo_ dia seorang desersi TNI yang tangannya penuh darah sebagai _Panglima Pasukan Kelelawar Hitam (laskar Salib Manguni)._ Adanya aparat TNI dan Polri pun tidak mampu berani dan tegas menumpas GPK ini karena kuatir terkena HAM.

Maka berita tentang kebiadaban GPK gerombolan Pengacau Keamanan _Salibis Manguni_ terdengar oleh _Laskar Jihad_ pimpinan _ustadz Ja’far Umar Tholib_ yang waktu itu masih konsentrasi di wilayah konflik Ambon. _*Laskar Jihad*_ adalah _Organisasi Sayap Militer Muslim Ahlus Sunnah_ atau semacam _Milisi Sipil Bersenjata_ Resmi (bukan FPI atau Banser).

Akhirnya pada Desember 2001 mengerahkan sebagian pasukan _Laskar Jihad_ berangkat ke Poso untuk menggempur pasukan _Salibis Manguni Kelelawar Hitam_. Dan Alhamdulillah BERHASIL menghancurkan dan melumpuhkan titik markas Manguni di hutan dan di gunung-gunung. _Pasukan Manguni Kelelawar Hitam_ terpojok dan terpecah setelah kehadirannya _Laskar Jihad_ dalam waktu dua tahun.

Kemudian sisanya disapu oleh _Team Gabungan Siluman_ dengan berhasil diantaranya habisi 7 orang pengawal setianya _TIBO_ yang ternyata _deserter_ TNI (mantan TNI yg kabur dari kesatuan).

TIBO dan Manguni memang memiliki aliansi kuat dengan asing ZIONIS ISRAEL adalah Panglima pertama pasukan _Kelelawar Hitam_ atau _Manguni_ yang berhasil lari kabur dari Poso setelah Poso kita sisir membersihkan para GPK (Gerakan Pengacau Keamanan).

Saat itu TIBO sudah masuk dalam Target Operasi (TO) operasi _Team Siluman_ kita. Dan akhirnya TIBO berhasil ditembak mati.

Kasus kerusuhan kemarin di Bitung di Sulawesi Utara yang telah makan korban membantai satu orang muslim peserta _Pawai Peduli Palestina_ itu dilakukan oleh kelompok _underbownya_ kelompok Manguni (pasukan merah Salibis). Adalah _Konflik komunal SARA_ adalah konflik yang terjadi antar kelompok agama di dalam masyarakat yang mendiami lokasi wilayah tertentu tidak sampai keluar.

Biasanya peristiwa Konflik Komunal akan terjadi dimana negara itu akan mengalami atau telah mengalami peristiwa KERUSUHAN BESAR di negara ini.
_Eling lan Waspodo !_

Demikian LAPORAN SELESAI.

_(Mantan Ex. Kepala Team Satgas Detasemen Harimau Indonesia Divisi III)_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *