Cakralencananewsa.Com Jakarta. Sejumlah pengamat politik dan sejumlah elemen Masyarakayprediksi Prabowo Subianto saat awal menjabat Menhan RI tentang potensi PERANG dianggap berlebihan dan tidak sedikit dilecehkan. Tapi 2 tahun kemudian, perang Rusia dan Ukraina meletus. Hingga sekarang bara api nya sedang bersiap membakar wilayah timur Eropa. Atau mungkin seluruh daratan eropa. Menyusul beberapa perang dan persiapan perang lainnya di berbagai belahan dunia.
Tak disangka tak diduga, Indonesia yg oleh Presiden Prabowo selalu dikenalkan sebagai negara Damai yg lebih senang berteman daripada bermusuhan, sekarang ini dihadapkan dilema. Kasus sengketa wilayah dgn Malaysia di Perairan Ambalat yg awalnya dianggap hanya akan sampai pada perselisihan diplomatik. Ternyata signalnya sudah kuat mengarah ke perang terbuka.
Prabowo sudah berusaha menempuh jalan dialog menuju damai, awalnya sesuai harapan. PM Anwar Ibrahim yg berkunjung ke Jakarta dalam forum konsultasi, tak banyak protes ketika Presiden Prabowo Subianto mengatakan tak jauh dari telinganya:
“Akui bahwa AMBALAT masuk wilayah kedaulatan Indonesia, setelah itu kita kelola dan bagi bersama hasil alamnya”
Tetapi situasi di Malaysia menjadikan isu Ambalat sbg ‘artis seksi’ yg harus tampil di panggung politik mereka saat ini. Anwar Ibrahim hadapi situasi dilematis. Di tengah ancaman pemakzulan dari pihak oposisi dan rakyat, isu Perang dengan Jakarta demi Ambalat (mereka sebutnya Laut Sulawesi) bagaikan skoci penyelamat kekuasaannya. Makanya Anwar Ibrahim di parlemen memilih berbicara sesuai atmosfir perlawanan yg muncul. Parlemen Malaysia lebih galak dari Ormas di Indo, opsi perang mengemuka! Dan seketika sekejap, Anwar Ibrahim melupakan gentlemen agreement nya dengan Presiden Prabowo soal upaya damai.
Prabowo kemungkinan marah dengan sikap Anwar tsb. Prabowo sendiri rela dibully di negaranya krn menawarkan kerjasama ke Malaysia untuk menutup opsi perang. Tetapi Anwar Ibrahim malah sebaliknya.
Kemarahan Pranow bisa dibaca dari info bahwa dalam beberapa hari ini, Indoneisa sudah mengerahkan kekuatan militernya secara terukur di wilayah sekitarAmbalat. 4 Kapal perang. Skuadron tempur F16 dan Sukhoi 27 pun sudah disiapkan mengawal udara. Dan kartu TRUF nya adalah RUDAL KHAN yg juga sudah ditempatkan di Kalimantan. Bisa menjangkau daerah vital dalam wilayah Malaysia sejauh 250 Km dalam waktu kurang dari 5 Menit. Penempatan Rudal Khan ini adalah bukti shahih tak terbantahkan mengenai kesiapan Indonesia menghadapi perang dgn Malaysia mempertahankan Ambalat.
Saya yakin, jika perang terjadi, Prabowo akan selesaikan Malaysia dengan segera, tak mungkin berlarut-larut krn akan muncul hal-hal lain yaitu campur tangan kekuatan asing. Sekali pukul Malaysia harus dibuat bertekuk lutut. Bisakah? In syaa ALLAH yakin bisa. Alutsista kita sedikit lebih baik dan banyak dari milik Malaysia, dan lagi Prajurit Malaysia adalah tentara kerajaan, sedangkan TNI adalah tentara yg lahir dari rahim peperangan.
Disayangkan, Indonesia batal membeli Pesawat MIRAGE 2000 Eks Qatar krn banyak orang ga ngerti yg protes dan bikin ribut. Padahal, sesuai prediksi Prabowo kala itu, jangan sampai kita perang tp langit kita bolong. Jika ada Mirage 2000 di armada tempur kita saat ini, dalam situasi seperti ini, posisi Indoneisa akan bertambah baik.Pungkasnya ((@RED/CL01)












